Oleh: Muhammad Nasir
banjir tanah mengapung batu meleleh bersama ketika
seketika itu juga membuat kelam keruh
tapi tidak mabuk bapak !
ketika itu saat yang bersamaan bapak lewat dengan
muka lipat rapat empat-empat, air muka kelam
demi segala umpat, umpatlah !
disaksikan oleh muka yang terbelah muka dua
susunan empat jari satu dilipat di dahi. Hormat !
juga oleh wajah basah
robek darah, paakk !
stpdn@ffair2003
26 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar