Oleh: Muhammad Nasir
kebenaranmu; seolah kaulah Allah itu
sang maha benar, pemilik kebenaran
demi banyak al hallaj yang mati terbunuh
kaulah jahanam itu. membakar otak-otakku
dan melupakan kalbuku
mungkin saja kaulah perutusan dajjal
yang mengantarku ke pintu kematian
yang tertutup untuk tak beku
sekali lagi; kau lupakan kalbuku
lidahmu; membuatku mati lidah
mati kata mati mutiara
meski tak penting bagaimana matiku
mau mati ayam di lumbung padi
mati belanda di jurang keju
mati itik di kolam susu
aku akan usahakan otak-otak alim petelur
menetaskan qudrah di mana perlu
simpan pedangmu, selipkan di balik buku
masulah ke surauku
1/26/2007 1:48:35 AM
25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar