Oleh: Muhammad Nasir
batu-batu yang beterbangan adalah jawaban
gravitasi butuh verifikasi
bumi tak hendak sendiri
debu-debu hanya ujung peranginan
bagi kaki jalang yang lalu lalang
menghadang lapar; patah arang
pada saat kabut hujan batu
dan tubuh yang bergelimpangan
adalah lukisan tiap-tiap persimpangan
anak-anak malang itu
memelihara api di matanya
menanak nasi di angan-angan
nasi masak di awang-awang
api di mata kecil itu masih menyala
membakar apa saja yang terlupa
terbakarlah! membakar apa?
langit abu-abu pada nasib yag tak menentu
mata-mata kecil itu mencari ibu pada elusan nafsu
(agustus2006)
26 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar