25 Juni 2008

Anyir bibir lenyap di pasir

Oleh: Muhammad Nasir

kasihan saudaraku
seperti kumpulan gelembung manusia
kata-kata mereka bersipongang
seperti gema tanpa sumber suara

lebih baik berteriak di ruang hampa
echoooo....
tanpa ooo...ooo..ooo...
tanpa eee...eee... eee...

kasihan!
di tengah lebuh raya dunia
mereka mencipta fatamorgana
seperti mengundang angin kebebalan

gelembung-gelembung terbang ke atas kepala
rambut santri dan sorban kiayi
basah di kepala pertanda panas di hati
biarlah, saatnya angin merangkai badai

mereka beralih membahas banjir
bilamana ada yang mati, saatnya bicara bangkai
jika saja kain putih menjadi tabir

takbir dan tahmid hinggap di bibir
bulir liur lenyap di pasir
1/26/2007 1:44:13 AM

Tidak ada komentar: