Oleh: Muhammad Nasir
betapa sejuknya,
akal-akal yang menalar liar
menakar dunia yang lapang
tanpa sekat
seperti langkah kaki kecil di atap,
meratap pada telinga yang tertutup rapat
merpati terbang menjemput risalah
al farabi Cuma duduk di dunia fantasi;
meski mimpi yang tak terbeli
tubuh tidur memang tak mungkin berlari
ruh ada di mana-mana.
meniup jasad-jasad fana
oh, dengan demikian daun kering
yang tak terusik
tak dapat berguguran
hanya saja persyaratan untuk akal
hanyalah pertanyaan nakal
untuk apa membuat kapal?
berbagi tanya untuk nuh yang dahulu.
dasar bebal! akal hanya sejengkal
sebuah kapal hanya wujud
tak pun berlayar;
ladang akal alangkah suburnya.
meski pohon-pohon pengertian
tak dapat tumbuh
akar menjalar menyangga langit
bukit tebal;
salju-salju membangun bukit
edan, lihatlah kecerdasan
menjulang ke langit pertama
malaikat menjura mencium otaknya
alangkah terangnya!
mendungpun tak sanggup
memeluk matahari,
sunyi sepi terpental
akal-akal yang menjalar
menari-nari tiada henti
mengajak sesiapa untuk mencari;
al kindi! mana al razi, bajjah dan tusi
puah, semuanya berlalu tak tahu.
mungkin sudah mati
akal terjatuh di kamar mandi
lupa segalanya
24/01/2007 0:08:21
25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar