Oleh: Muhammad Nasir
Hasil perkawinan resmi manusia pertama
melahirkan aku pada lelehan yang ke sekian!
penting ku katakan, berton-ton lendir telah meleleh
dan pada senggama yang kesekian
serta jejeritan nyeri para ibu, lahirlah aku.
aku hanya percikan dari perjalanan letih lendir itu
hingga beku di segenap sendiku
namun selalu ada tanya: apa maksud-Mu dengan semua itu?
beberapa waktu yang tidak sedikit telah berlalu
lahir, tumbuh, berkembang, kerdil, tak makan makanya kecil.
sesekali membesar, mengkerut lalu mati seperti itu!
dan tak ku ikuti mati itu kecuali aku mengerti
isi dulu hidra otak kecilku
dengan detik-demi detik pada setiap kronik.
setiap denyut pada otak kanaku adalah nama
setiap nyalang adalah ruang-ruang lapang
otang yang bebal itu lalu menerawang
sebelum tertunduk ripuk.
ahai, ibarat kain buruk pada layar lanun tua
angin tak pernah menyapanya pada laut lepas
yang amat luas
mata yang lamur itu nanar dengan aneka warna
yang sama sekali tak indah pada jiwa yang tak henti resah
lembar-perlembar ingatanku seperti layar tiga dimensi,
tanpa lakon dan narasi, juga tanpa durasi
lalu bagaimana aku menyebutnya sejarah?
lendir itu pada akhirnya menjadi kata-kata
kata-kata itu menjadi logika, lendir hari ini, lelehan keberapa?
bagaimana menghitungnya pada senggama segala apa?
aku hanyalah urutan-urutan kekinian yang aku temukan
pada otak-otak yang menalar liar.
aku temukan itu pada daftar di alam yang tak lebar
sekarang lendir itu menutupi lembah tanpa dasar
lendir-lendir itu tumpahan sejarah
luapannya menjadi sawah yang menumbuhkan
segenap makhluk yang sama sekali tak berbeda,
kecuali hanya species dengan urutan tugas yang berbeda
katakanlah aku manusia, selebihnya engkau
ular, biawak, buaya dan segenap yang melata
yang berotak besar berubah menjadi raksasa bodoh
besarnya dia; menginjak-injak mesti itu normal untuknya
personi yang lain tak lebih baik dari cahaya cemerlang
yang menyilaukan
di antara kaki mereka juga mengalirkan lendir;
darah campur nanah
13/04/2007 19:58
25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar