Oleh: Muhammad Nasir
Tuak Pyrrho tidak sampai dan kurang akal
saat mulutnya pecah;
bicara alim yang tak mungkin
tapi katakan saja mungkin!
jangan jadi orang-orang mumtarin
yang tidak mungkin,
kebenaran dari atas jatuh ke otak dingin
aow...seolah-olah
kebenaran sekarang adalah kebenaran dulu
yang dipelihara sejak berabad-abad
jadilah ia langgam dan pilihan berkata-kata
akhirnya, jembatan janji patah dua
seakan-akan tak hormat jika kebenaran mendua
membunuh yang tua-tua. dan
jangan katakan; yang muda tahu apa?
begitupun yang tua tahu apa?
katakan saja, kebenaran itu seperti
memberi wool pada domba-domba
tapi lihatlah
sekawanan srigala makan dengan lahapnya
daging domba serta bulunya
katakan; makanlah kebenaran itu sendiri
tinggalkan kami wool-nya
penyelimut otak yang dingin
1/26/2007 1:46:48 AM
25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar