Oleh: Muhammad Nasir
Hujan lagi
menghapus harapan penjaja es
yang memukul harapan
di setiap pukulan kentong
ada juga tangan-tangan tua
bergerak lincah mengumpulkan
ketimun dagangannya
Ah… sayang sekali !
peruntunganku tak sebaik luapan
air selokan yang bau
mendesah halus suara tuanya
Ah…ibu tua beranjak dari trotoar
tak lama air menggenang
setumit renta ibu tua
menggenang juga di matanya
ada dada yang bergetar
hujan lagi,ujarnya lirih.
April04
25 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar