Ramadhan O
Ramadhan (3)
-pengakuan-
Lalu apa
pula yang ku lakukan?
berupaya
seperti dulu-dulu
menarik
rambut dalam tepung
berpuasa
seperti dulu-dulu
menarik
rambut sambil bermenung
siang,
masjid begitu jauh
salon dan
toa mengantarnya ke telinga
ustadz
pesantren ramadhan menghejan tuah
tentang
dosa dan pahala
aku di
rumah menggunjingkannya
malam,
masjid begitu dekat
aku malas
melangkah ke sana
khusyuk
ripuk pahala menjauh
orang-orang
amat sangat ramainya
lalu apa
yang aku lakukan?
berdiam di
rumah, berkain sarung
yang tak
lepas sejak berbuka
hingga
sahur esok paginya
marhaban
ya ramadhan
bagaimana
cara kepenghuluan tuan
aku muliakan?
O
ramadhan, mari saling memahami
layaknya
keluarga yang lama tak bersapaan
aku
menyenangimu tak seperti orang-orang
Tuhan,
maafkan saja aku
karena aku
memang serius
dan Engkau
mahatahu
Agust-2010
muhammad nasir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar